JURNAL
MENINGKATKAN
PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN
ADMINISTRASI PERKANTORAN MELALUI METODE PRAKTEK MATERI SURAT
NIAGA DAN KEARSIPAN
PADA SISWA KELAS
XI
AP 2 DI SMK NEGERI 1
BINJAI

Oleh:
EDINA, S.Pd
NIP. 19621108 199003 2 003
SMK
NEGERI 1 BINJAI
BINJAI
2015
MENINGKATKAN
PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN
ADMINISTRASI PERKANTORAN MELALUI METODE PRAKTEK MATERI SURAT
NIAGA DAN KEARSIPAN
PADA SISWA KELAS
XI
AP 2 DI SMK NEGERI 1
BINJAI
ABSTRAK
Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas, yang
bertujuan untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar Administrasi
Perkantoran dengan menggunakan metode praktek.
Sesuai dengan batasan masalah, maka yang menjadi rumusan masalah
dalam penelitian ini adalah apakah penggunaan metode praktek dapat meningkatkan prestasi belajar siswa
dalam belajar Administrasi Perkantoran di kelas XI AP 2 SMK N 1 Binjai tahun pelajaran 2014/2015.
Penelitian
ini bertempat di kelas XI AP 2 SMK N
1 Binjai tahun pelajaran 2014/2015.
Penelitian
ini dilaksanakan
pada Minggu I dan II bulan Maret
semester
genap 2014/2015.
Dari hasil kegiatan pembelajaran yang telah
dilakukan selama dua siklus, dan berdasarkan seluruh pembahasan serta analisis yang telah dilakukan dapat
disimpulkan sebagai berikut: Pembelajaran dengan
berbasis praktek memiliki dampak positif
dalam meningkatkan prestasi belajar siswa yang ditandai dengan peningkatan
ketuntasan belajar siswa dalam setiap siklus, yaitu siklus I (72%), siklus II (100%). Penerapan metode
praktek mempunyai pengaruh positif, yaitu dapat meningkatkan hasil dan motivasi
belajar siswa yang ditunjukan dengan hasil tes siklus siswa, rata-rata jawaban
siswa menunjukkan bahwa siswa tertarik
dan berminat dengan metode praktek sehingga mereka menjadi termotivasi untuk
belajar sehingga prestasi belajar dapat dicapai.
Kata Kunci : Prestasi belajar, metode praktek, Administrasi Perkantoran
PENDAHULUAN
Menurut Undang-undang Nomor 14
Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, pasal 20 huruf a, dalam melaksanakan tugas
keprofesionalannya, guru berkewajiban merencanakan pembelajaran, melaksanakan
proses pembelajaran bermutu, serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran.
Sebagai guru yang professional, setiap kali melaksanakan pembelajaran, selalu
melakukan refleksi untuk mengetahui kelemahan-kelemahan, dan selanjutnya
berusaha untuk memperbaiki. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan cara yang
sistematis untuk melakukan refleksi secara intensif dan melakukan perbaikan
pembelajaran secara sistematis.
Salah satu model yang dapat mengarahkan
kepada siswa untuk memberikan pengalaman secara langsung adalah model
pembelajaran kooperatif, model pembelajaran kooperatif ini didasarkan atas
pandangan kontruktivis yang menyatakan
bahwa anak secara aktif membentuk konsep, prinsip dan teori yang disajikan
kepadanya. Mereka mengolahnya secara aktif, menyesuaikan dengan skema
pengetahuan yang sudah dimilki dalam struktur kogninifnya dan menambahkan atau
menolaknya (Suparno 1997).
Seorang
guru Administrasi perkantoran selain
harus menguasai materi bidang studi Administrasi perkantoran (kemampuan
akademis), juga harus memiliki keterampilan profesi sebagai pendidik (kemampuan
profesi). Kedua hal ini merupakan keharusan agar ia menjadi guru yang
profesional, sehingga dalam setiap pembelajaran yang dilakukannya efektif dan
optimal. Apalagi diberlakukannya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP),
menuntut guru kreatif dan inovatif menciptakan kondisi yang kondusif sehingga
peserta didik dapat mengembangkan kreativitasnya. Guru yang diharapkan adalah guru
yang menguasai dan memahami materi pelajaran , menyukai materi ajar yang
menjadi tugasnya dan menyukai pekerjaan mengajar sebagai suatu profesi,
memahami peserta didik, selalu mengikuti perkembangan pengetahuan mutakhir,
selalu mempersiapkan proses pembelajaran, serta mendorong peserta didiknya
untuk memperoleh hasil yang lebih baik.
Di dalam proses pembelajaran, guru harus memiliki
strategi, agar siswa dapat belajar secara efektif dan efisien, menggena pada
tujuan yang diharapkan. Salah satu langkah untuk memiliki strategi itu adalah
harus menguasai teknik-teknik penyajian, atau biasanya disebut dengan metode
mengajar.
Untuk memenuhi salah satu kompetensi guru dalam sistem instruksional yang modern, maka perlu
diuraikann masing-masing teknik penyajian secara mendalam dan terinci. Untuk
mendalami tentang teknik penyajian pelajaran, maka perlu dijelaskan arti teknik
penyajian tersebut.
Strategi penyajian pembelajaran adalah suatu teknik
pengetahuan tentang cara-cara mengajar
yang dipergunakan oleh guru atau instruktur. Pengertian lain adalah sebagai
teknik penyajian yang dikuasai oleh guru untuk mengajar atau menyajika bahan
pelajaran kepada siswa di dalam kelas, agar pelajaran tersebut dapat ditangkap,
dipahami dan digunaka oleh siswa dengan baik. Di dalam kenytaa casra atau
metode merngajar atau teknik penyajian yang digunakan guru untuk menyampaikan informasi atau massage
lisan kepada siswa dalam menguasai pengetahuan, keterampilan serta sikap.
Metode yang digunakan untuk memecahkan suatu masalah yang dihadapi ataupun
untuk mernjawab suatu pertanyaan akan berbeda dengan metode yang digunakan
untuk tujuan agar siswa mampu berpikir dan mengemukakan pendapatnya sendiri di
dalam menghadapi segala persoalan.
Rumusan instruksiona yang dibuat oleh guru tidak selalu
hanya satu tujuan, kadang-kadang banyak atau mungkin bahkan beberapa tujuan.
Untuk mencapai hal tersebut, maka guru memerlukan beberapa teknik penyajian
yang digunakan agar ada yang bervariasi. Dalam mencapai tujuan teknik penyajian
dipandang sebagai suatu alat atau sebagai suatu cara yang harus digunakan oleh
guru agar tujuan dari pelajaran itu tercapai. Sudah sewajarnya pula bila setiap
teknik mengajar hanya dapat digunakan di dalam situasi dan tujuan tertentu, kalau
situasi dan tujuan berubah, maka cara mengajarnya juga harus lain. Karena itu,
seorang guru atau instruktur harus menguasai beberapa macam teknik penyajian dengan baik, sehingga ia mampu
memilih teknik yang paling efektif untuk mencapai suatu tujuan tersebut, tanpa
terasa mengubah situasi pengajaran.
Salah satu metode yang jarang digunakan dalam
pembelajaran Administrasi Perkantoranadalah metode Praktek langsung. Metode ini
menyajikan materi pembelajaran dengan berbagai bentuk Praktek langsung. Di
samping itu, di antara model pembelajaran inovatif yaitu pembelajaran
kooperatif (cooperative learning). Kedua metode ini sesuai dengan karakteristik siswa SMK,
di mana siswa akan merasakan kegembiraan dalam belajar, menghilangkan
kejenuhan, sekaligus belajar berbagi dan bekerja sama dengan orang lain. Artinya latihan-latihan yang diberikan dikerjakan dalam
bentuk pekerjaan pribadi dan kelompok.
Disinilah
metode dan media mempunyai peranan,
yaitu meningkatkan kompetensi siswa terutama meningkatkan prestasi belajar bagi
siswa Hal inilah yang menjadikan penulis tertarik untuk melakukan penelitian.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini merupakan Penelitian
Tindakan Kelas, yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar Administrasi
perkantoran dengan menggunakan metode praktek langsung.
Penelitian ini dilakukan dengan
tahapan-tahapan sesuai dengan tahapan Penelitian Tindakan Kelas, yaitu :
1.
Perencanaan
2.
Pelaksanaan
tindakan
3.
Pengamatan
4.
Refleksi
Banyaknya siklus dalam penelitian tindakan
kelas ini sebanyak 2 siklus. Peningkatan prestasi belajar tidak dibatasi secara
pasti, namun direncanakan dilaksanakan dalam dua siklus untuk dapat mengambil
keputusan. Apabila pada siklus pertama peneliti belum memperoleh hasil yang
diharapkan maka dapat dilanjutkan ke siklus berikutnya.
Tahapan dalam metode tindakan kelas ini,
yaitu :
a.
Setting
penelitian
Tempat
penelitian adalah tempat yang digunakan dalam melakukan penelitian untuk
memperoleh data yang diinginkan. Penelitian ini bertempat di kelas XI
AP 2 SMK N 1 Binjai tahun pelajaran 2014/2015. Objek penelitian ini adalah
tindakan sebagai upaya meningkatkan prestasi belajar siswa dengan menggunakan metode praktek pada
mata pelajaran Administrasi
perkantoran Pokok Bahasan surat niaga dan kerasipan.
b.
Metode
pengumpulan data
Data-data
yang diperlukan dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi pengolahan Metode
praktek dalam Kelompok, observasi aktivitas siswa dan guru, dan tes formatif.
c.
Persiapan
penelitian
Beberapa tahap persiapan penelitian ini
meliputi :
1.
Menetapkan
kelas yang digunakan sebagai subyek penelitian yaitu kelas XI AP 2 SMK N 1
Binjai
2.
Melakukan
analisis kurikulum
3.
Menyusun
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dengan menggunakan Metode praktek
4.
Membuat
lembar kerja siswa
5.
Membuat
lembar observasi siswa
6.
Menyusun
kisi kisi soal tes
7.
Menyusun
soal tes
d.
Siklus
I
1.
Tahap Perencanaan
Pada
tahap ini peneliti mempersiapkan perangkat pembelajaran yang terdiri dari
rencana pelajaran 1, LKS 1, soal tes formatif 1, dan alat-alat pengajaran yang
mendukung.
2.
Tahap Kegiatan dan Pelaksanaan
Pelaksanaan
kegiatan belajar mengajar untuk siklus I dilaksanakan di kelas XI
AP 2 SMK N 1 Binjai dengan jumlah siswa 39 siswa. Dalam hal ini peneliti
bertindak sebagai guru. Adapun proses belajar mengajar mengacu pada rencana
pelajaran yang telah dipersiapkan. Pengamatan (observasi) dilaksanakan
bersamaan dengan pelaksanaan belajar mengajar.
3. Observasi
yang perlu diamati adalah
keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran, keberanian siswa bertanya selama
proses pembelajaran berlangsung, keaktifan siswa menjawab pertanyaan, kemampuan
siswa dalam menjawab soal uji kompetensi.
4. Refleksi
Pada
tahap ini akah dikaji apa yang telah terlaksana dengan baik maupun yang masih
kurang baik dalam proses belajar mengajar dengan penerapan Metode pemberian
tugas dan presentase.
e.
Siklus
II
1.
Tahap Perencanaan
Pada
tahap ini peneliti mempersiapkan perangkat pembelajaran yang terdiri dari
rencana pelajaran 1, LKS 1, soal tes formatif 1, dan alat-alat pengajaran yang
mendukung.
2.
Tahap Kegiatan dan Pelaksanaan
Pelaksanaan
kegiatan belajar mengajar untuk siklus II dilaksanakan di kelas XI
AP 2 SMK N 1 Binjai dengan jumlah siswa 39 siswa. Dalam hal ini peneliti
bertindak sebagai guru. Adapun proses belajar mengajar mengacu pada rencana
pelajaran yang telah dipersiapkan. Pengamatan (observasi) dilaksanakan
bersamaan dengan pelaksanaan belajar mengajar.
3. Observasi
yang perlu diamati adalah
keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran, keberanian siswa bertanya selama
proses pembelajaran berlangsung, keaktifan siswa menjawab pertanyaan, kemampuan
siswa dalam menjawab soal uji kompetensi.
4. Refleksi
Pada
tahap ini akah dikaji apa yang telah terlaksana dengan baik maupun yang masih
kurang baik dalam proses belajar mengajar dengan penerapan Metode praktek dan harus mencapai criteria
penilaian seperti dibawah ini :
Table
1
Skala Lima
Rentang Nilai Normal Absolut
|
Tingkat Penguasaan
|
Katagori
|
|
90 – 100
|
Sangat Tinggi
|
|
80 – 89
|
Tinggi
|
|
65 – 79
|
Sedang
|
|
55 – 64
|
Rendah
|
|
0 – 54
|
Sangat Rendah
|
HASIL
DAN PEMBAHASAN
- Deskripsi Persiapan Penelitian
Penelitian
ini dilaksanakan di kelas kelas
XI AP 2 SMK N 1 Binjai dengan jumlah
siswa 39
siswa. Sekolah ini memiliki siswa yang cukup dan serta kapasitas ruang kelas yang cukup.
Data
lembar observasi diambil dari dua pengamatan yaitu data pengamatan pengelolaan Metode
praktek yang digunakan untuk mengetahui pengaruh penerapan metode praktek dalam
meningkatkan prestasi belajar. Dan yang kedua adalah data observasi yang
dilakukan guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Data tes formatif untuk mengetahui
peningkatan prestasi belajar siswa setelah diterapkan metode pemberian tugas
dan presentase.
Peningkatan prestasi belajar
harus sesuai dengan kategori ketuntasan belajar. Ada dua kategori
ketuntasan belajar yaitu secara perorangan dan secara klasikal. Berdasarkan
petunjuk pelaksanaan belajar mengajar kurikulum 1994 (Depdikbud, 1994), yaitu
seorang siswa telah tuntas belajar bila telah mencapai skor 65% atau nilai 65,
dan kelas disebut tuntas belajar bila di kelas tersebut terdapat 85% yang telah
mencapai daya serap lebih dari sama dengan 65%.
Sebelum
perencanaan tindakan siklus I dilakukan terlebih dahulu diberikan tes awal yang
bertujuan untuk mengetahui kemampuan awal siswa sebelum dilakukan tindakan.
Dari tes awal yang dilakukan diperoleh tingkat ketuntasan yang dapat dilihat
pada table di bawah ini:
Tabel 2
Tabel Hasil Perolehan Nilai Pada saat Penelitian
Awal

Dari hasil
penelitian diperoleh nilai rata-rata prestasi belajar adalah 59.Dengan jumlah siswa
yang tuntas 5 orang
siswa (13%) dan yang
belum tuntas adalah 34 siswa (87%).
- Deskripsi Hasil Penelitian
1.
Siklus
I
a.
Tahap Perencanaan
Pada
tahap ini peneliti mempersiapkan perangkat pembelajaran yang terdiri dari
rencana pelajaran 1, LKS 1, soal tes formatif 1, dan alat-alat pengajaran yang
mendukung.
b.
Tahap Kegiatan dan Pelaksanaan
Pelaksanaan
kegiatan belajar mengajar untuk siklus I dilaksanakan di kelas XI
AP 2 SMK N 1 Binjai dengan jumlah siswa 39 siswa. Dalam hal ini peneliti
bertindak sebagai guru. Adapun proses belajar mengajar mengacu pada rencana
pelajaran yang telah dipersiapkan. Pengamatan (observasi) dilaksanakan
bersamaan dengan pelaksanaan belajar mengajar.
Pada
akhir proses belajar mengajar siswa diberi tes formatif I dengan tujuan untuk
mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam proses belajar mengajar yang telah
dilakukan. Adapun data hasil penelitian pada siklus I adalah sebagai berikut:
Tabel 3
Tabel Hasil Perolehan Nilai Pada saat
Siklus I

Dari
hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata prestasi belajar adalah 76.Dengan jumlah siswa yang tuntas 28 orang siswa (72%)
dan yang belum tuntas adalah 11 siswa (28%).
2.
Siklus
II
a.
Tahap perencanaan
Pada
tahap ini peneliti mempersiapkan perangkat pembelajaran yang terdiri dari
rencana pelajaran 2, LKS 2, soal tes formatif II, dan alat-alat pengajaran yang
mendukung.
b.
Tahap kegiatan dan pelaksanaan
Pelaksanaan
kegiatan belajar mengajar untuk siklus II dilaksanakan pada Minggu
berikutnya di kelas XI
AP 2 SMK N 1 Binjai dengan jumlah siswa 39 siswa. Dalam hal ini peneliti
bertindak sebagai guru. Adapun proses belajar mengajar mengacu pada rencana
pelajaran dengan memperhatikan revisi pada siklus I, sehingga kesalahan atau
kekurangan pada siklus I tidak terulang lagi pada siklus II. Adapun
data hasil penelitian pada siklus II adalah sebagai berikut:
Tabel 4
Tabel Hasil Perolehan Nilai Pada saat
Siklus II

Dari hasil penelitian diperoleh
nilai rata-rata prestasi belajar adalah 86.Dengan jumlah siswa yang tuntas 39 orang siswa (100%)
dan yang belum tuntas adalah 0 siswa (0%).
KESIMPULAN
DAN SARAN
A. Kesimpulan
Dari
hasil kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan selama dua siklus, dan
berdasarkan seluruh pembahasan serta analisis yang telah dilakukan dapat
disimpulkan sebagai berikut:
1.
Pembelajaran dengan berbasis praktek
memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa yang ditandai dengan peningkatan
ketuntasan belajar siswa dalam setiap siklus, yaitu siklus I (72%), siklus II (100%).
2.
Penerapan Metode praktek mempunyai pengaruh positif, yaitu dapat meningkatkan
hasil dan prestasi belajar siswa yang
ditunjukan dengan hasil tes siklus siswa, rata-rata jawaban siswa menunjukkan bahwa siswa berhasil dalam pembelajaran dengan
menggunakan Metode praktek sehingga mereka menjadi termotivasi untuk belajar
sehingga prestasi belajar yang baik
dapat dicapai.
B. Saran
Dari
hasil penelitian yang diperoleh sebelumnya agar proses belajar mengajar Administrasi
perkantoranlebih efektif dan lebih memberikan hasil yang optimal bagi siswa,
maka disampaikan saran sebagai berikut:
- Guru harus mampu menentukan atau memilih topik yang benar-benar bisa diterapkan dengan model berbasis praktek dalam proses belajar mengajar sehingga diperoleh hasil yang optimal.
- Guru hendaknya lebih sering melatih siswa dengan berbagai metode pembelajaran, walau dalam taraf yang sederhana, dimana siswa nantinya dapat menemukan pengetahuan baru, memperoleh konsep dan keterampilan, sehingga siswa berhasil atau mampu memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya.
- Guru perlu melakukan penelitian yang lebih lanjut, karena hasil penelitian ini hanya dilakukan di SMK N 1 Binjai Tahun Pelajaran 2014/2015.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto,
Suharsimi. 1997. Dasar-dasar Evaluasi
Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Berg,
Euwe Vd. (1991). Miskonsepsi Administrasi
perkantoran dan Remidi Salatiga:
Universitas Kristen Satya Wacana.
Hamalik,
Oemar. 2002. Psikologi Belajar dan
Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algesindo.
Joyce,
Bruce dan Weil, Marsh. 1972. Models of
Teaching Model. Boston: A Liyn dan Bacon.
Masriyah.
1999. Analisis Butir Tes. Surabaya:
Universitas Press.
Mukhlis,
Abdul. (Ed). 2000. Penelitian Tindakan
Kelas. Makalah Panitia PePresentasi Penulisan Karya Ilmiah untuk Guru-guru
se-Kabupaten Tuban.
Nur,
Moh. 2001. Pemotivasian Siswa untuk
Belajar. Surabaya. University Press. Universitas Negeri Surabaya.
Soedjadi,
dkk. 2000. Pedoman Penulisan dan Ujian
Skripsi. Surabaya; Unesa Universitas Press.
Suryosubroto,
B. 1997. Proses Belajar Mengajar di
Sekolah. Jakarta: PT. Rineksa Cipta.
USMA/MAn,
Uzer. 2000. Menjadi Guru Profesional.
Bandung: PT. Remaja Rosda
karya.