Rabu, 01 Juni 2016



JURNAL

MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN ADMINISTRASI PERKANTORAN MELALUI METODE PRAKTEK MATERI SURAT NIAGA DAN KEARSIPAN PADA SISWA KELAS  XI AP 2 DI SMK  NEGERI 1 BINJAI












 


Oleh:

EDINA, S.Pd
NIP.  19621108 199003 2 003




SMK  NEGERI 1 BINJAI  
BINJAI
2015


MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN ADMINISTRASI PERKANTORAN MELALUI METODE PRAKTEK MATERI SURAT NIAGA DAN KEARSIPAN PADA SISWA KELAS  XI AP 2 DI SMK  NEGERI 1 BINJAI

ABSTRAK

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas, yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar Administrasi Perkantoran dengan menggunakan metode praktek.
Sesuai dengan batasan masalah, maka yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah penggunaan metode praktek  dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dalam belajar Administrasi Perkantoran di kelas XI AP 2 SMK N 1 Binjai tahun pelajaran 2014/2015.
Penelitian ini bertempat di kelas XI AP 2 SMK N 1 Binjai tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian ini dilaksanakan pada Minggu I dan II bulan Maret semester genap 2014/2015.
Dari hasil kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan selama dua siklus, dan berdasarkan seluruh pembahasan  serta analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut: Pembelajaran dengan berbasis praktek memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa dalam setiap siklus, yaitu siklus I (72%), siklus II (100%). Penerapan metode praktek mempunyai pengaruh positif, yaitu dapat meningkatkan hasil dan motivasi belajar siswa yang ditunjukan dengan hasil tes siklus siswa, rata-rata jawaban siswa menunjukkan  bahwa siswa tertarik dan berminat dengan metode praktek sehingga mereka menjadi termotivasi untuk belajar sehingga prestasi belajar dapat dicapai.





Kata Kunci :  Prestasi belajar, metode praktek, Administrasi Perkantoran

PENDAHULUAN

Menurut Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, pasal 20 huruf a, dalam melaksanakan tugas keprofesionalannya, guru berkewajiban merencanakan pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran bermutu, serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran. Sebagai guru yang professional, setiap kali melaksanakan pembelajaran, selalu melakukan refleksi untuk mengetahui kelemahan-kelemahan, dan selanjutnya berusaha untuk memperbaiki. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan cara yang sistematis untuk melakukan refleksi secara intensif dan melakukan perbaikan pembelajaran secara sistematis.
Salah satu model yang dapat mengarahkan kepada siswa untuk memberikan pengalaman secara langsung adalah model pembelajaran kooperatif, model pembelajaran kooperatif ini didasarkan atas pandangan kontruktivis  yang menyatakan bahwa anak secara aktif membentuk konsep, prinsip dan teori yang disajikan kepadanya. Mereka mengolahnya secara aktif, menyesuaikan dengan skema pengetahuan yang sudah dimilki dalam struktur kogninifnya dan menambahkan atau menolaknya (Suparno 1997).
Seorang guru Administrasi perkantoran selain harus menguasai materi bidang studi Administrasi perkantoran (kemampuan akademis), juga harus memiliki keterampilan profesi sebagai pendidik (kemampuan profesi). Kedua hal ini merupakan keharusan agar ia menjadi guru yang profesional, sehingga dalam setiap pembelajaran yang dilakukannya efektif dan optimal. Apalagi diberlakukannya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), menuntut guru kreatif dan inovatif menciptakan kondisi yang kondusif sehingga peserta didik dapat mengembangkan kreativitasnya. Guru yang diharapkan adalah guru yang menguasai dan memahami materi pelajaran , menyukai materi ajar yang menjadi tugasnya dan menyukai pekerjaan mengajar sebagai suatu profesi, memahami peserta didik, selalu mengikuti perkembangan pengetahuan mutakhir, selalu mempersiapkan proses pembelajaran, serta mendorong peserta didiknya untuk memperoleh hasil yang lebih baik.
Di dalam proses pembelajaran, guru harus memiliki strategi, agar siswa dapat belajar secara efektif dan efisien, menggena pada tujuan yang diharapkan. Salah satu langkah untuk memiliki strategi itu adalah harus menguasai teknik-teknik penyajian, atau biasanya disebut dengan metode mengajar.
Untuk memenuhi salah satu kompetensi guru dalam  sistem instruksional yang modern, maka perlu diuraikann masing-masing teknik penyajian secara mendalam dan terinci. Untuk mendalami tentang teknik penyajian pelajaran, maka perlu dijelaskan arti teknik penyajian tersebut.
Strategi penyajian pembelajaran adalah suatu teknik pengetahuan  tentang cara-cara mengajar yang dipergunakan oleh guru atau instruktur. Pengertian lain adalah sebagai teknik penyajian yang dikuasai oleh guru untuk mengajar atau menyajika bahan pelajaran kepada siswa di dalam kelas, agar pelajaran tersebut dapat ditangkap, dipahami dan digunaka oleh siswa dengan baik. Di dalam kenytaa casra atau metode merngajar atau teknik penyajian yang digunakan guru  untuk menyampaikan informasi atau massage lisan kepada siswa dalam menguasai pengetahuan, keterampilan serta sikap. Metode yang digunakan untuk memecahkan suatu masalah yang dihadapi ataupun untuk mernjawab suatu pertanyaan akan berbeda dengan metode yang digunakan untuk tujuan agar siswa mampu berpikir dan mengemukakan pendapatnya sendiri di dalam menghadapi segala persoalan.
Rumusan instruksiona yang dibuat oleh guru tidak selalu hanya satu tujuan, kadang-kadang banyak atau mungkin bahkan beberapa tujuan. Untuk mencapai hal tersebut, maka guru memerlukan beberapa teknik penyajian yang digunakan agar ada yang bervariasi. Dalam mencapai tujuan teknik penyajian dipandang sebagai suatu alat atau sebagai suatu cara yang harus digunakan oleh guru agar tujuan dari pelajaran itu tercapai. Sudah sewajarnya pula bila setiap teknik mengajar hanya dapat digunakan di dalam situasi dan tujuan tertentu, kalau situasi dan tujuan berubah, maka cara mengajarnya juga harus lain. Karena itu, seorang guru atau instruktur harus menguasai beberapa macam teknik  penyajian dengan baik, sehingga ia mampu memilih teknik yang paling efektif untuk mencapai suatu tujuan tersebut, tanpa terasa mengubah situasi pengajaran.
Salah satu metode yang jarang digunakan dalam pembelajaran Administrasi Perkantoranadalah metode Praktek langsung. Metode ini menyajikan materi pembelajaran dengan berbagai bentuk Praktek langsung. Di samping itu, di antara model pembelajaran inovatif yaitu pembelajaran kooperatif (cooperative learning). Kedua metode ini sesuai dengan karakteristik siswa SMK, di mana siswa akan merasakan kegembiraan dalam belajar, menghilangkan kejenuhan, sekaligus belajar berbagi dan bekerja sama dengan orang lain. Artinya latihan-latihan yang diberikan dikerjakan dalam bentuk pekerjaan pribadi dan kelompok.
Disinilah metode dan media  mempunyai peranan, yaitu meningkatkan kompetensi siswa terutama meningkatkan prestasi belajar bagi siswa Hal inilah yang menjadikan penulis tertarik untuk melakukan penelitian.


















METODE PENELITIAN

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas, yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar Administrasi perkantoran dengan menggunakan metode praktek langsung.
Penelitian ini dilakukan dengan tahapan-tahapan sesuai dengan tahapan Penelitian Tindakan Kelas, yaitu  :
1.      Perencanaan
2.      Pelaksanaan tindakan
3.      Pengamatan
4.      Refleksi
Banyaknya siklus dalam penelitian tindakan kelas ini sebanyak 2 siklus. Peningkatan prestasi belajar tidak dibatasi secara pasti, namun direncanakan dilaksanakan dalam dua siklus untuk dapat mengambil keputusan. Apabila pada siklus pertama peneliti belum memperoleh hasil yang diharapkan maka dapat dilanjutkan ke siklus berikutnya.
Tahapan dalam metode tindakan kelas ini, yaitu  :
a.       Setting penelitian
Tempat penelitian adalah tempat yang digunakan dalam melakukan penelitian untuk memperoleh data yang diinginkan. Penelitian ini bertempat di kelas XI AP 2 SMK N 1 Binjai tahun pelajaran 2014/2015. Objek penelitian ini adalah tindakan sebagai upaya meningkatkan prestasi belajar  siswa dengan menggunakan metode praktek pada mata pelajaran Administrasi perkantoran Pokok Bahasan surat niaga dan kerasipan.
b.      Metode pengumpulan data
Data-data yang diperlukan dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi pengolahan Metode praktek dalam Kelompok, observasi aktivitas siswa dan guru, dan tes formatif.
c.       Persiapan penelitian
Beberapa tahap persiapan penelitian ini meliputi  :
1.  Menetapkan kelas yang digunakan sebagai subyek penelitian yaitu kelas XI AP 2 SMK N 1 Binjai
2.  Melakukan analisis kurikulum
3.  Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dengan menggunakan Metode praktek
4.  Membuat lembar kerja siswa
5.  Membuat lembar observasi siswa
6.  Menyusun kisi kisi soal tes
7.  Menyusun soal tes
d.      Siklus I
1.     Tahap Perencanaan
Pada tahap ini peneliti mempersiapkan perangkat pembelajaran yang terdiri dari rencana pelajaran 1, LKS 1, soal tes formatif 1, dan alat-alat pengajaran yang mendukung.

2.    Tahap Kegiatan dan Pelaksanaan
Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk siklus I dilaksanakan di kelas XI AP 2 SMK N 1 Binjai dengan jumlah siswa 39 siswa. Dalam hal ini peneliti bertindak sebagai guru. Adapun proses belajar mengajar mengacu pada rencana pelajaran yang telah dipersiapkan. Pengamatan (observasi) dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan belajar mengajar.
3. Observasi
yang perlu diamati adalah keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran, keberanian siswa bertanya selama proses pembelajaran berlangsung, keaktifan siswa menjawab pertanyaan, kemampuan siswa dalam menjawab soal uji kompetensi.
4.   Refleksi
Pada tahap ini akah dikaji apa yang telah terlaksana dengan baik maupun yang masih kurang baik dalam proses belajar mengajar dengan penerapan Metode pemberian tugas dan presentase.

e.       Siklus II
1.     Tahap Perencanaan
Pada tahap ini peneliti mempersiapkan perangkat pembelajaran yang terdiri dari rencana pelajaran 1, LKS 1, soal tes formatif 1, dan alat-alat pengajaran yang mendukung.

2.    Tahap Kegiatan dan Pelaksanaan
Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk siklus II dilaksanakan di kelas XI AP 2 SMK N 1 Binjai dengan jumlah siswa 39 siswa. Dalam hal ini peneliti bertindak sebagai guru. Adapun proses belajar mengajar mengacu pada rencana pelajaran yang telah dipersiapkan. Pengamatan (observasi) dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan belajar mengajar.
3. Observasi
yang perlu diamati adalah keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran, keberanian siswa bertanya selama proses pembelajaran berlangsung, keaktifan siswa menjawab pertanyaan, kemampuan siswa dalam menjawab soal uji kompetensi.
4.   Refleksi
Pada tahap ini akah dikaji apa yang telah terlaksana dengan baik maupun yang masih kurang baik dalam proses belajar mengajar dengan penerapan Metode praktek dan harus mencapai criteria penilaian seperti dibawah ini  :
Table 1
Skala Lima Rentang Nilai Normal Absolut
Tingkat Penguasaan
Katagori
90 – 100
Sangat Tinggi
80 – 89
Tinggi
65 – 79
Sedang
55 – 64
Rendah
0 – 54
Sangat Rendah

HASIL DAN PEMBAHASAN

  1. Deskripsi Persiapan Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di kelas kelas XI AP 2 SMK N 1 Binjai dengan jumlah siswa 39 siswa. Sekolah ini memiliki siswa yang cukup dan  serta kapasitas ruang kelas yang cukup.
                               Data lembar observasi diambil dari dua pengamatan yaitu data pengamatan pengelolaan Metode praktek yang digunakan untuk mengetahui pengaruh penerapan metode praktek dalam meningkatkan prestasi belajar. Dan yang kedua adalah data observasi yang dilakukan guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Data tes formatif untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa setelah diterapkan metode pemberian tugas dan presentase.
Peningkatan prestasi belajar harus sesuai dengan kategori ketuntasan belajar. Ada dua kategori ketuntasan belajar yaitu secara perorangan dan secara klasikal. Berdasarkan petunjuk pelaksanaan belajar mengajar kurikulum 1994 (Depdikbud, 1994), yaitu seorang siswa telah tuntas belajar bila telah mencapai skor 65% atau nilai 65, dan kelas disebut tuntas belajar bila di kelas tersebut terdapat 85% yang telah mencapai daya serap lebih dari sama dengan 65%.
Sebelum perencanaan tindakan siklus I dilakukan terlebih dahulu diberikan tes awal yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan awal siswa sebelum dilakukan tindakan. Dari tes awal yang dilakukan diperoleh tingkat ketuntasan yang dapat dilihat pada table di bawah ini:

 Tabel 2
Tabel Hasil Perolehan Nilai Pada saat Penelitian Awal
Dari hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata prestasi belajar  adalah 59.Dengan  jumlah siswa yang tuntas 5 orang siswa (13%) dan yang belum  tuntas adalah 34 siswa (87%).

  1. Deskripsi Hasil Penelitian
1.      Siklus I
a.   Tahap Perencanaan
Pada tahap ini peneliti mempersiapkan perangkat pembelajaran yang terdiri dari rencana pelajaran 1, LKS 1, soal tes formatif 1, dan alat-alat pengajaran yang mendukung.
b. Tahap Kegiatan dan Pelaksanaan
Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk siklus I dilaksanakan di kelas XI AP 2 SMK N 1 Binjai dengan jumlah siswa 39 siswa. Dalam hal ini peneliti bertindak sebagai guru. Adapun proses belajar mengajar mengacu pada rencana pelajaran yang telah dipersiapkan. Pengamatan (observasi) dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan belajar mengajar.
Pada akhir proses belajar mengajar siswa diberi tes formatif I dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam proses belajar mengajar yang telah dilakukan. Adapun data hasil penelitian pada siklus I adalah sebagai berikut:







Tabel 3
Tabel Hasil Perolehan Nilai Pada saat Siklus I
Dari hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata prestasi belajar  adalah 76.Dengan  jumlah siswa yang tuntas 28 orang siswa (72%) dan yang belum  tuntas adalah 11 siswa (28%).

2.      Siklus II
a. Tahap perencanaan
Pada tahap ini peneliti mempersiapkan perangkat pembelajaran yang terdiri dari rencana pelajaran 2, LKS 2, soal tes formatif II, dan alat-alat pengajaran yang mendukung.
b. Tahap kegiatan dan pelaksanaan
Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk siklus II dilaksanakan pada Minggu berikutnya  di kelas XI AP 2 SMK N 1 Binjai dengan jumlah siswa 39 siswa. Dalam hal ini peneliti bertindak sebagai guru. Adapun proses belajar mengajar mengacu pada rencana pelajaran dengan memperhatikan revisi pada siklus I, sehingga kesalahan atau kekurangan pada siklus I tidak terulang lagi pada siklus II.  Adapun data hasil penelitian pada siklus II adalah sebagai berikut:












Tabel 4
Tabel Hasil Perolehan Nilai Pada saat Siklus II
Dari hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata prestasi belajar  adalah 86.Dengan  jumlah siswa yang tuntas 39 orang siswa (100%) dan yang belum  tuntas adalah 0 siswa (0%).

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan        
Dari hasil kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan selama dua siklus, dan berdasarkan seluruh pembahasan serta analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Pembelajaran dengan berbasis praktek memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar  siswa yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa dalam setiap siklus, yaitu siklus I (72%), siklus II (100%).
2. Penerapan Metode praktek mempunyai pengaruh positif, yaitu dapat meningkatkan hasil dan prestasi belajar  siswa yang ditunjukan dengan hasil tes siklus siswa, rata-rata jawaban siswa menunjukkan  bahwa siswa berhasil dalam pembelajaran dengan menggunakan Metode praktek sehingga mereka menjadi termotivasi untuk belajar sehingga prestasi belajar  yang baik dapat dicapai.

B.   Saran
Dari hasil penelitian yang diperoleh sebelumnya agar proses belajar mengajar Administrasi perkantoranlebih efektif dan lebih memberikan hasil yang optimal bagi siswa, maka disampaikan saran sebagai berikut:
  1. Guru harus mampu menentukan atau memilih topik yang benar-benar bisa diterapkan dengan model berbasis praktek dalam proses belajar mengajar sehingga diperoleh hasil yang optimal.
  2. Guru hendaknya lebih sering melatih siswa dengan berbagai metode pembelajaran, walau dalam  taraf yang  sederhana,  dimana siswa nantinya dapat menemukan pengetahuan baru, memperoleh konsep dan keterampilan, sehingga siswa berhasil atau mampu memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya.
  3. Guru perlu melakukan penelitian yang lebih lanjut, karena hasil penelitian ini hanya dilakukan di SMK N 1 Binjai Tahun Pelajaran 2014/2015.
























DAFTAR PUSTAKA


Arikunto, Suharsimi. 1997. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Berg, Euwe Vd. (1991). Miskonsepsi Administrasi perkantoran dan Remidi Salatiga: Universitas Kristen Satya Wacana.

Hamalik, Oemar. 2002. Psikologi Belajar dan Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algesindo.

Joyce, Bruce dan Weil, Marsh. 1972. Models of Teaching Model. Boston: A Liyn dan Bacon.

Masriyah. 1999. Analisis Butir Tes. Surabaya: Universitas Press.

Mukhlis, Abdul. (Ed). 2000. Penelitian Tindakan Kelas. Makalah Panitia PePresentasi Penulisan Karya Ilmiah untuk Guru-guru se-Kabupaten Tuban.

Nur, Moh. 2001. Pemotivasian Siswa untuk Belajar. Surabaya. University Press. Universitas Negeri Surabaya.

Soedjadi, dkk. 2000. Pedoman Penulisan dan Ujian Skripsi. Surabaya; Unesa Universitas Press.

Suryosubroto, B. 1997. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta: PT. Rineksa Cipta.

USMA/MAn, Uzer. 2000. Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT. Remaja Rosda karya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar